0

Rumah Bolon Berasal Dari

Share

Rumah Bolon Berasal Dari – Jiwa Pendidikan, Indonesia punya sangat banyak rumah tradisionil yang antik serta tidak serupa buat tiap wilayah. Edisi ini, kita akan ketahui lebih terang satu diantara rumah tradisionil penduduk Batak Toba, Sumatera Utara.

Rumah tradisionil Batak Toba disebutkan Rumah Bolon, mempunyai bentuk segi-panjang serta bisa ditinggali oleh 5 hingga 6 keluarga. Buat masuk rumah kita mesti naiki tangga yang berada di tengah-tengah rumah, dengan bermacam anak tangga ganjil. Kalau orang ingin masuk rumah Batak Toba, harus tundukkan kepala supaya tak terbentur pada balok membujur. Ini mempunyai arti pengunjung harus menghargai pemilik rumah.

Dasar rumah seringkali dibikin dengan tinggi 1.75 mtr. di atas tanah, dan sisi bawah dipakai buat kandang babi, ayam, dan lain-lain. Pintu rumah punya dua model daun pintu, adalah daun pintu horisontal serta vertikal. Akan tetapi saat ini, daun pintu horisontal tak dipakai kembali. Area dalam rumah tradisionil ialah suatu area terbuka tiada kamar-kamar, walau di sana ditinggali sejumlah keluarga, tapi itu tak berarti tidak ada pembagian ruangan, lantaran ini disamakan dengan pembagian tempat tinggal dari rumah itu yang dirapikan oleh rutinitas mereka yang kuat.

Area yang ada benar di pojok belakang dimaksud “jabu bong”, ditinggali oleh bagian keluarga paling tinggi dalam rumah itu atau “porjabu bong”, dengan seorang istri serta anak-anak yang banyak. Ruang ini awal kalinya dikira paling keramat. Di pojok atas kiri untuk berhubungan dengan Jabu Bong dikenali selaku “jabu soding”, ditujukan buat wanita yang udah menikah akan tetapi belum miliki rumah sendiri. Pada sisi depan pojok kiri diketahui jadi “jabu suhat”, ditujukan untuk anak laki laki paling tua yang punya keluarga. Dan di sisi luarnya merupakan “slap plate” yang disiapkan buat sejumlah tamu. Saat sekeluarga besar perlu tempat pada dua area atau jabu yang menempel, jadi area itu semakin bertambah 2 kembali dan dinamakan “jabu tonga ni-ronga jabu hue”.

Tiap rumah tangga punya dapur sendiri, yang berada ada di belakang rumah, dalam tipe bangunan tambahan. Antara dua jejeran tempat yang berada di semuanya rumah adalah wilayah netral, yang dikenali menjadi danau serta memiliki fungsi sebagai tempat bermusyawarah. Bangunan yang lain seperti sama suatu rumah yakni rumah sopo, yang berasal dari gudang untuk menaruh, lalu ditinggali. Jenis buat rumah ini yaitu sopo dengan lantai dua, cuma punya satu baris pilar serta ruangan terbuka bawah tanpa dinding yang berperan buat bermusyawarah, selainnya orang asing, dan tempat bermain musik. Di muka rumah, ada tanda-tanda tradisionil dengan bentang geografis dan konsep spiral dan ornament dalam tipe wanita menyusui yang dikenal juga sebagai “adep-adep”. Ornament ini menggambarkan kesuburan dan kesatuan kehidupan.

Rumah yang secara prinsip terbanyak dekor/hiasan dimaksud Gorga. Hiasan yang lain dikenali merupakan corak pakis nipahu, dan rotan berduri yang dikenal juga selaku mardusi ada pada dinding samping atas pintu masuk. Di beberapa sudut rumah, ada hiasan gajah yang dikepak secara padat, muka punya motif binatang buas, punya tujuan buat menentang musibah. Demikian juga, skema binatang ornament kadal, kepala singa, yang memiliki arti buat menafikan efek sichir-sihir di luar. Dekor ini yaitu model ukir-pahatan yang diwarnai, tapi ada yang mempunyai bentuk gambaran saja.

Rumah tradisionil Batak Toba berdasar di operasionalisasinya bisa dibagi menjadi 2, ialah menjadi rumah yang dipakai untuk tempat penampungan rumah tangga dikatakan “ruma”, dan selaku rumah yang dipakai menjadi tempat untuk menyimpan (lumbung) yang diketahui sebagai Sopo. Suplai yang ditaruh ini tergolong kayu bangunan dengan sejumlah pilar besar serta tangguh. Dinding dibuat dari papan, lantai pun dari papan, sedang atap dibuat dari serat. Tipe rumah tradisionil Batak Toba secara tipikal ialah tipe atap meliuk serta pinggiran atap di muka.

 

Informasi lainnya dari “Rumah Bolon Berasal Dari” bisa anda temukan dengan Kunjungi Kami Disini