Sebanyak 9.358 Ha Sawah Mengalami Gagal Panen, Apakah Stok Beras Masih Aman?

Usaha Dagang, Jakarta – Pada musim kemarau tahun ini, sebanyak 9.358 hektar (Ha) sawah padi gagal untuk panen atau puso. Lantas, bagaimana nasib stok beras di dalam negeri?

“Ya untuk sekarang ini kekeringannya kecil, masa ribut stok beras. Sekarang harga untuk beras murah diam saja. Masih aman kok, ini kecil sekali,” ucap Dirjen Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto pada rapat koordinasi mitigasi dan adaptasi kekeringan, di Jakarta, Senin (08/07).

Gatot menyampaikan, 9.358 Ha sawah yang puso tersebut bisa diberikan uang ganti rugi dari pemerintah, khususnya buat para petani yang tidak memiliki AUTP akan diberikan bantuan benih. Tapi, apabila petani tersebut tidak bisa lagi menanam padi maka diberikan alternatife menanam jagung dan kedelai.

“jika dia (petani padi) AUTP dapat di klaim. Jika dia tidak (mempunyai AUTP), maka kami berikan batuan benih . Namun kalau tidak bisa nanam padi berarti harus diberikan jagung dan kedelai,” ucap Gatot.

Sebagai informasi, terdapat sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara memang sedang mengalami kekeringan, Bahkan sudah memasuki status awas dari peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG.

Ada 102.764 Ha sawah pada tiga pulau tersebut dari 100 kabupaten/kota yang mengalami kekeringan.

“Terdapat lebih kurang dari 100 kabupaten/kota dengan total dari keluasan 102.746 hektare,” ucap Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy Wibodo.

Inilah rincian wilayah yang terjadi kekeringan :

Banten seluas 3.464 hektare
Jawa Barat seluas 25.416 hektare
Jawa Tengah seluas 32.809 hektare
Yogyakarta seluas 6.139 hektare
Jawa Timur seluas 34.006 hektare
Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 55 hektare.