Ingin Memulai Bisnis Namun Bingung? Berkunjung ke Pameran Franchise Yukk

Usaha Dagang, Binis – Pameran International Fanchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) diadakan di Jakarta Convention Center, Jakarta. Pada acara ini, terdapat 200 bisnis waralaba yang menunjukkan produknya.

“Sekarang ini era milenial dimana semua orang ingin berbondong-bondong usaha. Yang paling instan sebenarnya Franchise. Tidak harus Built. Namun memang membutuhkan modal kan. Sebetulnya potensinya masih jauh lebih besar lagi,” ucap Presiden Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh selaku penyelenggara pada pembukaan IFRA 2019.

Hendra menyampaikan, targebn pengunjung IFRA yang berlangsung darp 5 hingga 7 Juli 2019 ini yaitu 17.500 orang dengan target transaksi Rp 800 Miliar.

“Pengunjungnya sebanyak 17.500. Transaksi Rp 800 Miliar. Syukur-syukur dapat tembus Rp 1 triliun. Tahun lalu Rp 675 miliar. Terdapat peningkatan signifikan ke Rp 800 Miliar,” ucap Hendra.

Selain itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan (Kemendang) yang ikut hadir pada acara tersebut menyampaikan, bisnis waraklaba ini sangat cocok sekali buat anak muda yang mempunyai modal cukup.

“Kemendag melihat ini memiliki peluang buat pergerakan ekonomi di Indonesia terutama buat golongan mengenah bagi anak-anak muda yang ingin mencoba usaha, tidak perlu dari awal. Dapat membeli Franchise ini,” ucap Karyanto.

Salah satu binis yang sangat unik untuk berpartisipasi pada acara ini dan dapat menjadi sasaran dalam memulai yaitu Warabala pengolahan sampah, Limbahagia. Konsep bisnis dari Limbahagia yaitu mitra melakukan pengolahan sampah dan menjualnya kembali kepada owner Limbahagia.

Dengan mengeluarkan modal Rp 122.000.000, mitra bisnis akan memperoleh mesin press hidrolik yang berkapasitas 1 kuintal dan juga mitra mempunyai pembelian sampah yang sudah diolah secara permanen. Sehingga, mitra tidak perlu lagi merasa bingung ingin menjual sampah yang sudah diolah itu ke mana lagi.

“Kita yang membeli bahan bakunya (sampah yang sudah diolah kan) dengan syarat membeli mesin pengolahannya melalui kita,” kata Direktur Limbahagia Aldi Kamarullah Hadis.

Untuk keuntungan sendiri, per bulan mitra bisa memperoleh Rp 50 hingga 100 juta, tergantung volume sampah yang diserap per harinya.

“Pendapatan rata-rata per bulan sekitar Rp 50 – 100 juta. Sekarang ini sudah ada 64 mitra,” sambung Aldi.

Selain itu, ada juga binis Waralaba Laundry, LaundryKin. Dengan modal awal untuk memulai atau paket standar Rp 75.000.000, mitra bisa mendapatkan keuntungan Rp 10.000.000 per bulan.

Paket yang ditawarkan tersebut sudah termasuk alan setrika uap boiler, perlengkapan laundry, bahan baku produksi, tablet, printer, aplikasi, peralatan untuk promosi, furnitur, pelatihan serta pengembangan, bahkan merek yang mempunyai lisensi.