Sebanyak 1 Juta Ha Lahan Akan Mendapatkan Fasilitas Asuransi Pertanian

Usaha Dagang, Jakarta – Asuransi pertanian telah bisa dirasakan manfaatnya oleh petani Indonesia. Sejak pemerintah mengeluarkan program asuransi pertanian, khusus Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tahun 2015 dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) pada tahun 2016, akan terus memperlihatkan tren kenaikan angka positif. Jumlah petani atau peternak yang sudah mengikuti program itu terus bertambah.

“Dari tahun ke tahun semakin banyaknya peserta yang ikut asuransi pertanian. Mereka sudah merasakan manfaatnya,” ucap Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy pada keterangannya, Kamis (06/06).

Angka ralisasi luas lahan dan ternak yang tercatat dalam asuransi pertanian, yaitu AUTP di tahun 2015 baru sekitar 233.500 Ha dengan luas lahan yang dikalim sebesar 3.492 Ha, maka pada tahun 2016 luasnya telah mencapari 307.217 Ha (kalim 11.107 Ha).

Di tahun 2017, petani yang mendaftarkan lahanya telah mengikuti AUTP mencapai 997.961 Ha, dan kalim kerugian tercatat 25.028 Ha. Adapula pada tahun 2018 realisasuinya sekitar 806.199,64 Ha dari yang targetnya 1 juta Ha (80,62%) dengan melakukan kalim kerugian di tahun 2018 sudah mencapai 12.194 Ha (1,51%).

“Dalam tahun 2019 ini, kami sudah menargetkan lahan yang tercakup AUTP akan seluas 1 juta Ha. Kami telah memperkirakan bisa mencapai dan makin banyak juga petani yang akan merasakan asuransi,” ucap Sarwo.

Sarwo menambahkan program AUTS/K juga memperlihatkan banyak-nya kemajuan. Misalkan pada tahun pertamanya di 2016, jumlah ternak yang terdaftar baru sebanyak 20 ribu ekor dengan jumlah kalim kerugian 697 ekor.

Di tahun berikutnya, naik menjadi 92.176 ekor dengna jumlah kalim 3.470 ekor dan pada 2018 sebanyak 88.673 ekor melakukan kalim 1.736 ekor.

Pelaksanaan asuransi pertanian ini telah bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sudah memberikan berbagai keuntungan bagi petani/peternak, dengan nilai premi yang dibayarkan petani/peternak yang cukup murah, tapi memberikan ketenangan dalam usaha. Petani/peternak akan semakin semangan untuk bertani dan berternak, sebab petani tidak harus khawatir lagi dengan bencana yang bisa terjadi menimpa usahanya.

“Ibaratnya dengan modal kecil, petani dan peternak sudah bisa tidur dengan tenang. Petani tidak perlu khawatir lagi lahanya akan kuras akibat banjir, kekeringan atau terserang hama penyakit, sebab sudah ter-cover dengan asuransi,” ucapnya.

AUTP memberikan penawaran gati rugi sebesar Rp 6juta/Ha dengan masa pertanggungan hingga dengan masa panen (4 bulan) dengan Premi Rp 180.000/Ha. Pemerintah akan memberikan subsidi pembayaran premi yang mencapai Rp 144 ribu dan petani hanya menanggung Rp 36.000,-.

Sementara dengan AUTS/K telah menjamin hewan ternak dengan premi Rp 200.000,- per ekor tahun. Sebesar Rp 160.000 ditanggung oleh pemerintah dan sisanya Rp 40.000 dari swadaya petani. Gati rugi yang harus dibayarkan sebesar Rp 10 juta per ekor jika terjadi kematian dan Rp 7 juta per ekor jika hilang.

Karena itu Sarwo begitu yakin target peserta yang ditetapkan tahun ini dapat mencapai. Apalagi kini pendaftaran peserta Asuransi pertanian sudah dapat melalui via online SIAP (Sistem Informasi Asuransi Pertanian). Sistem daring ini dibuat untuk mempermudah setiap petani untuk bisa mengikuti program AUTP dan AUTS/K.