Sawit hingga Kopi RI Tidak Ada Biaya Tarif Masuk Chili

Usaha Dagang, Bisnis – Pemerintah Indonesia dan Chili telah mencapai kesepakatan membebaskan penetapan biaya pada perdagangan sejumlah komoditas. Jadi, produk apa saja yang harus dibebaskan oleh setiap – setiap negara?

Pendapat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita produk yang dibebaskan tarifnya pada kerja sama ini mulai dari sawit, tekstil, otomotif sampai kopi. Adapula dari total produk di Indonesia yang telah dibebaskan sebanyak 7.669 pos tarif. Sedangkan produk Chili yang akan dibebaskan ada sebanyak 9.308 pos tarif.

“Chili akan melakukan eliminasi 89,6% atau 7.669 pos tarik termasuk juga CPO, tekstil, kopi dan otomotif. Indonesia akan eliminasi 86,1% atau 9.308 pos tarif,” ucap dia ketika berada di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (11/06).

Selain itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo menyampaikan terdapat beberapa porduk dari Chili yang dibebaskan tarifnya yaitu tembaga, bubur kertas, biji besi serta minyak ikan.

kemudian, produk Indonesia yang telah dibebastarifkan yaitu alas kaki, mineral, otomotif, organik, biji teratai, surfaktan, dan rumput laut.

“Alas kaki, kemudian tembaga, motor cars dan motor vehicle, seaweed. Chili ke Indonesia anggur dan bubur kertas,” terang dia.

Sebagai pusat informasi, total dari perdagangan Indonesia-Chili pada tahun 2018 sudah mencapai US$ 274 juta. Sementara itu, pada periode Januari – Maret tahun 2019 total dari perdagangan kedua negara telah mencapai kesepakatan US$ 56,1 juta yang memiliki nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 34,9 juta dan impor US$ 21,2 juta.