Disindir Duopoli, Lion Air Bla-blakan Komponen Kenaikan Harga Tiket

Usaha Dagang, Bisnis – Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai ada praktik duopoli dalam indusri maskapai tanah air yang membuat harga tiket naik begitu tinggi. Dua maskapai yang disunggung adalah Garuda Indonesia dan Lion Air.

“Struktur pasar duopoli, Garuda dan Lion Air. Mereka tidak akan bisa menaikkannya terlalu tinggi karena persaingan yang ada,” ucapnya di dalam kediamannya, Jakarta, Rabu (05/06).

Merespon hal tersebut, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menyampaikan bahwa Lion Air patuh dan tetap menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi (SOP) perusahaan dan ketentuan internasional.

“Jika mengenai harga jual tiket, bahwa besaran tarif tiket (dibandrol) yang dijalankan sudah sesuai dengan aturan regulator, Lion Air Group tidak menjual yang melebihi batas atas/maksimum atau penjual masih berada di bawah koridor tarif batas atas layanan kelas ekonomi domestik,” ucapnya melalui pesan tertulis, Jumat (07/06).

Ia menambahkan, dalam menentukan harga penumpang pelayanan kelas ekonomi domestik, pihaknya sudah menghitung dengan benar. Harga jual tiket menurut aturan yang dibedakan sesuai dengan jenis penerbangan yang menggunakan pesawat jet dan baling-baling (propeller).

“Mengenai harga jual tiket penerbangan yang dijual merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen mnejadi kesatuan dari harga tiket pesawat,” sambungnya.

Danang juga merinci terkait dengan komponen-komponen yang digunakan oleh maskapai Lion Air Group untuk menentukan harga tiket pesawat. Pertama terdiri dari tarif dasar (basic fare) tiket pesawat menurut dari jarak.

Kedua mengandung pajak (government tax) dengan kisaran 10% dari harga dasar (basic fare) tiket pesawat. Lalu ada unsur iuran wajib asuransi yang disingkat menjadi IWJR (Iuran Wajib Jasa Raharja).

Terakhir atau keempat berisi Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax dimasukkan langsung kedalam biaya tiket pesawat. Besarnya pun beraneka macam sesuai dengan bandar udara di setiap kota.