Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran Berakhir

Usaha Dagang, Keuangan – Umat Muslim di seluruh penjuru dunia baru saja merayakan Idul Fitri 1440 Hijriah. Sebagian besar masyarakat telah menghabiskan begitu banyak uangnya untuk membeli tiket mudik, kue kering, baru baru hingga ‘angpao’ juga yang akan dibagikan kepada sanak saudaranya.

Sekarang telah selesai Lebaran, ada bainya jika melihat kembali sisa dana yang dimiliki untuk menjalani haris setelah lebaran berakhir hingga gajian nanti.

Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning Budi Raharjo menyampaikan sesudah melihat sisa dana, sebaiknya susun alokasi dana pengeluaran. Penyusunan alokasi dilakukan dari hal-hal yang sifatnya sangat wajib, seperti melakukan pembayaran cicilan, pajak kendaraan, tagihan listrik dan telepon serta yang lain-lainnya lagi.

Selain itu, perkirakan berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup hingga tanggal gajian nanti. Lalu, kalkulasikan kebutuhan tersebut dan harus dibandingkan dengan sisa dana yang masih dimiliki.

Pendapat Budi, hindari sebisa mungkin untuk melakukan utang dengan melihat kembali pos pengualaran yang bisa lakukan pemangkasan.

Tapi jika memang harus terpaksa untuk berutang, Budi menyarankan untang dilakukan demi kebijakan dan ditutup dengna segera. Ia juga menekankan utang beaiknya hanya dilakukan ketika memang sudah mendesak, seperti tiba-tiba skait, lalu membayar biaya pengobatan menggunakan kartu kredit.

“Jika bisa uang yang anda ambil segera diulnasi hanya dalam jangka waktu 1 – 2 buln. Jika sampai 12 bulan, itu tidak dibenarkan. Lebih niat tersebut dipikirkan kembali,” ucap Budi.

Sementara itu, Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad juga menyarankan untuk tidak menarik uang meski tidak memiliki dana yang cukup dalam memenuhi kebutuhan setelah Lebaran. Ia lebih menyarakan untuk menggadaikan barang – barang pribadi, seperti emas, elektronik dan lainnya.

Gadai, ucapnya, bisa digunakan karena nantinya baran yang dimiliki dapat ditebus kembali ketika sudah mempunyai uang. Selain itu, jatuh tempo gadai yang rata-rata berdurasi empat bulan lamanya dinilai cocok.

“Karena tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lama juga. Jika anda tidak bisa menebusnya sampai jatuh tempo, masih bisa dinego untuk melakukan perpanjang masa tebusan,” ucapnya.