Bahaya! Perang Dagang Antara As – China Turut Mengancam Neraca Dagang RI

Usaha Dagang, Bisnis – Dua negara adidaya Amerika Serikat dan China hingga sekarang ini masih melakukan perang dagang. Belum ada titik cerah agar kedua negara tersebut kembali ‘damai’.

Dengan memanasnya kondisi kedua negara tersebut sangat berpengaruh dengan negara – negara lainnya yang ada di dunia termasuk juga dengan Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan perang datang tersebut sangat berpengaruh dengan ekonomi dunia dan bisa dipastikan akan berisiko tinggi. Dia menyampaikan pada Juni perang dagang tersebut bukan lagi sekedar ancaman saja, tapi sudah memasuki implementasi ancaman.

Implementasi ini sangat berpengaruh pada ekspor Indonesia di kuartal II tahun ini. “Tidak ada lagi ancaman, telah implementasi. Di Indonesia sudah terlihat tanda – tanda ekspor kita 2017 akhir itu tinggi mencapai 2018 dan kuartal I ini mulai turun kembali,” ucapnya ketika ditemui di rumah dinasnya ketika melakukan open house, Rabu (05/06).

Sebelunya Amerika Serikat (AS) terlihat mencoba untuk memacing keributan dengan memutuskan sejumlah kerja sama dengan produsen telekomunkasi terbesar yang berasal dari China, Huawei.

Direktur Proyek Bisnis dan Ekonomi Politik China, Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington, Scott Kennedy menyampaikan hal tersebut bisa merusak kesepakatan yang sebelumnya telah dilakukan.” Ini sangat berpotensi dalam mengganggu ekonomi secara keseluruhan,” ucap Kennedy.

Ia menyampaikan, pemerintah AS mempunyai dugaan jika alat – alat yang digunakan pada perangkat Huawei sebagai pengancaman keamanan nasional, AS pun takut untuk dimata – matai.

Puncak atas ketegangan ini terjadi ketika Presiden Donald Trump menandatangani surat perintah buat setia perusahaan – perusahaan AS yang bergerak di bidang telekomunikasi untuk membatasi penggunaan alat – alat yang berasal dari China. Ia juga memang membidik Huawei sebagai penyedia layanan telekomunikasi yang sekarang ini sedang dilakukan pengembasngan teknologi 5G.