Bagaimana Perusahaan Pinjaman Online Menghindari Kredit Macet

Usaha Dagang, Dunia – Perusahaan financial technology peer to peer lending atau peminjaman online harus memiliki berbagai cara agar terhindardari non performing loan alias kredit macet. Salah satu cara yang perlu dilakukan yaitu engan menyasar nasabah ibu-ibu atau emak-emak.

Pendapat Direktor Pengaturan, Pengawasan dan Perizinan Fintech OJK Hendrikus Passagi, secara kualitas menyediakan pembiayaan oleh sebuah perusahaan Peer to Peer (P2P) lending memperlihatkan performa yang terus membaik.

“Buktinya, tingkat dari wanprestasi di atas 90 hari sebesar 2,62% di kuartal pertama 2019. Nilai ini turun jika dibandingkan pada bulan Februari 2019 di level 3,18%,” ucapnya pada keterngan, Kamis (16/05).

Tingkat NPL peert o peer lending ini juga akan terus menunjukkan kinerja yang baik alias menurun. Salah satu layanan peer to peer lending PT Esta Kapital Fintek mengatakan mereka menargetkan nasabah ibu0ibu yang notabene memiliki tingkat NPL yang lebih rendah. Bahkan, di awal Mei 2019 posisi NPL perusahaan P2P dengan fokus nasabah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang paling sering dikelola emak-emak atau ibu-inu ini hanya 0,73%.

Hingga pada awal Mei 2019 Esta Kapital sudah menyalurkan dana pinjaman sebesar Rp 50,96 miliar yang sudah disebar kepada lebih dari 14.600 wanita dari keluarga pra sejahtera yang berada di Pulau Jawa Hingga daerah-daerah pelosok Indonesia Timur seperti Masamba, Palopo, Maluku, Takalar dan Koala.

“Ini adalah salah satu pencapaian yang begitu bagus di tahun pertama kami beroperasi. Karena, dengan konsep pemberian pinjaman hingga ke daerah pelosok yang tanpa agunan, namun kami bisa menekan angka kredit macet pada level 0,73%. Dengan begitu, hingga akhir tahun kami menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 100 milir,” kata Yefta.

Dia menyampaikan, pihaknya juga telah berkomitmen menekan angka kredit macet agar bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan pada Pemberi Pinjaman. Penerapan sistem tanggung renteng, pemberian pelatihan dan pendampingan kepada para pemimjam, serta penguatan ekosistem bisnis yaitu langkah serius yang dilakukan dalam menekan angka NPL. Selain memberikan pelayanan terbaik dan inovasi berkelanjutan bagi binis peer to peer lending.

Pendapat Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia Kuseryansyah, tingkat kesadaran wanita dalam membayar utang memang tergolong tinggi dari kaum pria.

“Biasanya ibu-ibu lebih aware terhadap utang daripada bapak-bapak,” ucapnya ketika berkunjung.